Our Product​

Dari hutan alami Humbang Hasundutan, kami persembahkan dua warisan alam yang luar biasa: kemenyan mentah berkualitas premium dan andaliman khas Sumatera Utara yang penuh aroma dan cita rasa unik.

Duo magis dari Alam Sumatera Utara

Kemenyan Kristal, menyimpan aroma mistis yang mampu membawa pikiranmu melayang ke kedamaian terdalam. Setiap hembusan asap adalah perjalanan spiritual, hasil panen etis dari hutan Humbang Hasundutan yang terjaga kelestariannya.

Andaliman Liar, bukan cuma rempah biasa—sensasi rasa pedas segar berpadu dengan aroma citrus yang memikat. Dipetik langsung dari kebun organik petani lokal, andaliman ini membawa keautentikan dan kekayaan rasa asli Sumatera Utara.

​Hutan Asri dan terjaga

Kualitas terbaik dan terjamin dari alam yang subur.

Tradisi Panen Otentik

Membantu petani dan jaga hutan Humbang Hasundutan tetap lestari.

Iklim dan tanah yang Unik

Membuat aroma dan produk memiliki rasa yang kuat.

01. Kemenyan​

Di balik aroma kemenyan yang khas, ada hutan yang masih lestari, masyarakat yang menjaga tradisi, dan tanah yang memberi tanpa henti. Kemenyan kami lahir dari semua itu. Murni. Berenergi. Penuh makna.

Kemenyan Toba
Kemenyan Damar
Kemenyan Hitam/ Mentah
Kemenyan Super/ Premium

02. Andaliman

Andaliman bukan sekadar pedas — ia memberikan sensasi kesemutan segar di lidah, aroma citrus yang ringan, dan aftertaste yang tahan lama. Sangat khas dan tidak bisa digantikan oleh rempah lain. Itulah mengapa andaliman disebut sebagai rempah eksotis Indonesia yang sedang naik daun di pasar kuliner internasional.

Andaliman Liar/ Hutan ​
Andaliman Budidaya ​
Andaliman Kering Premium
“Menanam andaliman dan menyadap kemenyan bukan sekadar pekerjaan — ini adalah warisan dari leluhur kami. Setiap pagi, saat masuk ke hutan, saya merasa seperti kembali ke akar kami. Kemenyan yang bagus tidak bisa dipaksakan. Dia tumbuh perlahan, seperti kesabaran. Kami harus menunggu bertahun-tahun agar pohon siap disadap. Tapi saat resin pertama menetes, itu bukan hanya getah — itu hadiah dari alam. Itulah mengapa kami rawat pohon-pohon kemenyan dan andaliman ini dengan sepenuh hati.”
Pak Feby Lumban Gaol,
Petani Kemenyan & Andaliman, Dolok Sanggul